Monday, February 09, 2009

Film cartoon dulu dan sekarang

Selain membaca komik, saya termasuk penggemar film kartun sejak puluhan tahun yang silam. Pada jaman itu televisi di rumah masih black and white dan TVRI adalah satu-satunya stasiun televisi di Indonesia. Film Popeye, Scooby Do, Jetsons, Flinston, Tom and Jerry merupakan hiburan favorit.

Kemudian sekitar tahun 80an TVRI menayangkan anime “Kum kum” yaitu kisah petualangan bocah lelaki jaman prasejarah yang ceritanya sampai sekarang masih membekas di memory saya. http://www.youtube.com/watch?v=V90TeXn4A50. Sekarang walaupun sudah tidak tayang lagi masih bisa direview melalui website http://www.thechestnut.com/kumkum.html . Lalu anime yang paling berkesan ketika nonton di bioskop adalah “Candy-Candy “ http://www.youtube.com/watch?v=inxfzGothHo . Berkesannya berlanjut terus sampai komik serinya disimpan sampai sekarang dan masih saja dibaca ulang walaupun sudah hapal ceritanya.

“Kegemaran kekanakan yang keterlaluan, ingat umur”. celetuk Dino sebab menurut dia bagaimana mungkin sampai setua ini masih stay tune di channel “kid and family” di TV kabel Austar dan mengkoleksi film animasi. Sebaliknya sayapun merasa heran kok bisa Dino setelah dewasa tidak suka menonton film animasi lagi. Biasanya saya langsung menunjuk kode di ujung layar TV “G” artinya GENERAL, maksudnya tontonan itu adalah untuk segala usia jadi sah saja saya menontonnya.

Tentunya tidak semua film kartun ditonton sebab bagi saya tidak semuanya bagus sekalipun itu keluaran Walt Disney yang punya label jaminan mutu. Tidak semua film kartun lawaspun tetap menjadi favorite saya. Dengan perkembangan film kartun atau animasi , membuat tontonan animasi semakin banyak ragamnya apalagi dunia film animasi ini sudah dipercanggih dengan computer generated imagery atau singkatnya CGI http://en.wikipedia.org/wiki/Computer-generated_imagery .Namun tetap saja saya masih lebih suka menikmati film animasi yang stop motion animation atau hand-drawn http://www.oscars.org/teachersguide/animation/activity4.html
misalnya film animasi klasik Beauty and the Beast, Mickey Mouse, Snow White, sleeping Beauty, Kum kum, Saint Seiya, Cinderella masih sangat memukau saya sampai sekarang.

Sejak munculnya film animasi Jepang atau anime dipasaran layar lebar maupun komik membuat besutan Disney dan Warner Bross tidak menjadi tontonan pilihan utama lagi karena animasi Jepang mempunyai cara yang unik dalam menyampaikan cerita apalagi dalam menuangkan ide fantasi dan tehnik gambar yang detail membuat animasi Jepang terlihat begitu indah. Sayangnya anime layar lebar belum go internasional sebanyak kartun Disney maupun Warner Bross yang bertebaran di bioskop dimana-mana, ia hanya tampil di ajang festival film, film anime berseri di televisi dan dalam bentuk DVD. Nampaknya tinggal menunggu waktu saja anime akan tampil di layar lebar seperti halnya kartun keluaran Disney dan WB.

Sebenarnya kehandalan seniman anime saat ini sudah membuat gerah seniman kartun barat, lalu ide-idenya yang tidak sama alias unik membuat cerita film maupun penampilan tokohnya tampak begitu istimewa, tidak heran produsen film barat banyak merekrut seniman yang mampu menorehkan seni anime di banyak film kartunnya, walaupun itu di karya keluaran Marvel Comics sekalipun. Misalnya di film kartun seri Spiderman, Batman dan Teen Titan. Kegerahan ini disindir juga oleh pengarang Perancis Albert Underzo dan R. Goscinny di buku komik Asterix “Asterix and The Falling Sky”.
Bagi saya menonton film kartun hand-drawn seperti menikmati karya seni keterampilan menggambar dan melukis yang mengandalkan keterampilan ayunan jemari dengan memakai kuas dan pensil, kekaguman akan detail yang ditangkap oleh sang seniman membuat saya sangat menghargai kejeliannya Tetapi jika bicara soal animasi CGI persepsi saya kepada sang seniman sepenuhnya berbeda lantaran bantuan teknologi computer dimana kemampuan programmer lah yang paling patut diacungi jempol , dimana dia berusaha menuangkan karya sang pelukis menjadi gambar program computer. Sayapun kurang nyaman menyaksikan animasi CGI yang 3D lantaran tidak ada bedanya dengan menonton permainan game PS. Bagi saya hasil karya kartun dengan tehnik CGI bisa di bilang bagus jika menghasilkan gambar sehalus dan sedetail hand-drawn. Saya akan memberi point superb jika gambarnya sudah seperti sungguhan tetapi tetap dalam bentuk 2D.

Movie anime favorit saya adalah produksi studio Ghibli sebab walaupun sudah memakai teknologi CGI tetapi masih kelihatan seperti hand-drawn dalam detailnya. http://www.onlineghibli.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Studio_Ghibli
Jika bicara soal produksi animasi CGI rasanya studio PIXAR http://www.pixar.com/
Lalu blue sky studio http://www.blueskystudios.com/content/index.php
http://en.wikipedia.org/wiki/Blue_Sky_Studios masih menjadi pemain utama. Film layar lebar “Ice Age” besutan blue Sky studia lumayan sukses, sampai saya koleksi dvd nya agar bisa ditonton berulang ulang. http://en.wikipedia.org/wiki/Ice_Age_(film)

Saat film animasi tontonan saya semakin beragam membuat saya selektif tidak semua produksi animasi ditonton. Bagi saya semua tontonan animasi dengan label PG benar-benar harus diperhatikan karena cerita anak-anaknya dibumbui kekerasan bahkan romantisme yang hanya bisa dimengerti orang dewasa. Bahkan kadang-kadang perlu juga tontonan dengan label G (general) dicermati oleh orang dewasa dimana mereka perlu mengingatkan bahwa ada bagian dari cerita itu yang tidak boleh ditiru, misalnya meniru adegan menjatuhkan batu ke kepala orang lain atau kepalanya sendiri agar bisa melihat burung berputar-putar mengeliling kepalanya. Tetapi sungguh, animasi yang sangat menghibur saya kebanyakan berlabel G karena benar-benar membuat relaks. Tetapi jika menonton anime yang labelnya PG+15 kadang saya perlu ditemani karena jika itu animasi horror maka memang menakutkan selain itu bumbu erotisme nya membuat saya speechless. Sampai sekarang potongan adegan dari anime seri “Karasu Tengu Kabuto, Innuyasha, maupun Gensomaiden Saiyuki bisa membuat merinding jika mengingatnya.

Beberapa film seri animasi popular yang tidak pernah bosan saya tonton berulang kali adalah
Bernard bear
Pernah nonton short cartoon movie ? Nah Bernard bear adalah short cartoon movie produksi Spanyol yang lucunya sekali.
Websitenya http://www.bernardbear.com/
Nonton gratisnya di Youtobe, dan ini favorite saya sampai kapanpun tidak bosan ditonton ulang http://www.youtube.com/watch?v=QkbE0T-sK1s
http://www.youtube.com/watch?v=vr51YruzzFU
yang episode ini luar biasa lutju
http://www.youtube.com/watch?v=4_h1G0rxPBM&feature=related
Atau lewat
http://www.groovy-layouts.com/cartoon/tag/bernardbear
melalui website ini malahan bisa menonton banyak film kartun

Shaun the sheep.
Ini adalah salah satu kartun produksi Inggris. Tehnik nya serupa dengan film Postman Pat yang legendaries itu bedanya pemainnya tidak banyak bicara. http://www.shaunthesheep.com/
nonton gratisannya http://www.youtube.com/watch?v=m0jBR7aNtQM&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=iLVRHDCzHCU&NR=1
http://www.youtube.com/watch?v=Zpxz3LaqRLE&NR=1
yg lucu ini http://www.youtube.com/watch?v=4yBLXqnBNjI&feature=related


Avatar - the Last Airbender
Filmnya bisa di download di website ini
http://www.avatarchapters.org/
Ketika pertama menonton film ini ditayangkan di Nickelodeon saya mengira produksi Jepang atau korea, ternyata produksi Amerika. Sungguh mengejutkan Amerika sudah piawai membuat kartun sehalus ini. Ternyata setelah diteliti didalam anggota team pembuatnya ada yang dari Korea. Meskipun sentuhan ketimurannya lumayan banyak tetapi sentuhan western kelihatan jelas sekali, terutama di adegan romantis para tokoh cilik dan remaja ini. Jadi saya setuju saja kalau film ini Amerika sekali stylenya.

Ben 10
Termasuk seru lantaran ada saja imajinasi sang seniman menciptakan bermacam-macam bentuk alien hadir disini. Ini lumayan menarik bagi saya karena mengingatkan kepada film MIB (Man in Black). http://www.cartoonnetwork.com/tv_shows/ben10/index.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Ben_10

Growing Up Creepie
Mempunyai ending yang menarik, yaitu sedikit ulasan mengenai serangga. Gara-gara sering menontonnya setiap saya memotret makro pasti profil serangga menjadi perhatian saya juga, ternyata wajah serangga banyak yang memiliki ekspresi lucu.
http://www.groovy-layouts.com/cartoon/video/Growing+Up+Creepie/Lq2BRxarpFs/Growing_Up_Creepie_Ep_25_Part_1

Martin Mystery
Ini film kartun asal Canada. Meskipun ceritanya untuk anak-anak tetapi buat saya lumayan seram. Cerita diktektif yang kasusnya banyakan ketemu alien atau mistik.
http://en.wikipedia.org/wiki/Martin_Mystery
http://www.groovy-layouts.com/cartoon/video/Martin+Mystery/tfXOVdz5yaQ/Martin_Mystery___Lovespell_From_the_Underworld__1_

Inuyasha
Sebelum menonton filmnya saya lebih dahulu membaca dan mengkoleksi komiknya. Ketika nonton film serinya tenyata penyampaiannya persis seperti buku komiknya dimana ceritanya rada seram karena saya tidak suka film horror, jadilah kalau nonton pasti nyari-nyari teman.
http://en.wikipedia.org/wiki/InuYasha
http://www.inuyashaworld.com/
http://encyclopedia.thefreedictionary.com/inuyasha

Gensomaden Saiyuki
Anime dan manga besutan Kazuya Minekura ini adaptasi dari film seri silat cina kegemaran saya Sun Goku perjalanan ke barat. Tetapi para tokohnya tidaklah lugu dan santun seperti layaknya monk (pendeta) yang kalem dan lemah lembut. Ini juga rada seram tapi asik banget ditonton, secara gambarnya yang dewasa dan banyak kata-kata maupun adegan yang tidak pantas maka anime ini dikategorikan 15+

Sebenarnya masih banyak animasi bagus yang saya tonton tetapi saat ini baru ini saja yang terkuak dari memory, yang jelas saya masih tidak paham bagaimana Juri kontes Golden Globe Award memberikan kemenangan kepada Wall-E ketimbang Kungfu Panda dengan gelar Best Animated Film Golden Globe Award dan mendapat nominasi 6 Academy Awards termasuk Best Animated Feature. Sebab ketika saya melihat ekspresi para penonton setelah keluar dari bioskop beda sekali. Penonton yang selesai menyaksikan Wall-E ekspresinya biasa saja sambil berkomentar bagus juga or Not bad. Dibandingkan para penonton Kungfu Panda sungguh berbeda, sepanjang menonton film dan setelah menonton film terlihat sisa-sisa kegembiraan menikmati hiburan.

Ketidak pahaman yang berulang atas kompetisi film kartun Cars yang tergusur oleh Happy Feet pada tahun 2006. Dugaan saya sang juri lebih menekankan kepada segi moral yang sedang ngetrend, sebab Wall-E bicara soal akibat buruk dari teknologi bagi kesehatan manusia yaitu kegemukan dan konservasi alam yang saat ini sedang gencar dibicarakan yaitu obesitas dan pemanasan global dan Happy feet bicara soal hal sama.


sumber gambar: